Tahun 1992

Bagus Bagus

koran sekarang cetakannya bagus bagusperalatannya bagus bagusekonomi wartawan bagus bagusberitanya bagus bagusisinya bagus bagussetelah membacaorang manggut-manggutdan bilang: bagus bagus Jakarta, 3 Oktober 1992

Bagus Bagus Read More »

Bukan Kata Baru

  ada kata baru kapitalis, baru? Ah tidak, tidak sudah lama kita dihisap bukan kata baru, bukan kita dibayar murah sudah lama, sudah lama sudah lama kita saksikan buruh mogok dia telpon kodim, pangdam datang senjata sebataliyon kita dibungkam tapi tidak, tidak dia belum hilang kapitalis dia terus makan tetes ya tetes tetes keringat kita

Bukan Kata Baru Read More »

Makin Terang Bagi Kami

tempat pertemuan kami sempit bola lampu kecil cahaya sedikit tapi makin terang bagi kami tangerang – solo – jakarta kawan kami kami satu : buruh kami punya tenaga tempat pertemuan kami sempit di langit bintang kelap-kelip tapi makin terang bagi kami banyak pemogokan di sanasini tempat pertemuan kami sempit tapi pikiran ini makin luas makin

Makin Terang Bagi Kami Read More »

Aku Menuntut Perubahan

Seratus lobang kakusLebih berarti bagikuketimbang mulut besarmuTak pentingSiapa yang menang nantiSudah bosen kamiDengan model urip kayak giniNgising bingung, hujan bocorKami tidak butuh mantrajampi-jampiatau janjiatau sekarung berasdari gudang makanan kaum majikantak bisa menghapus kemlaratanbelas kasihan dan derma baju bekastak bisa menolong kamiKami tak percaya lagi pada itupartai politikomongan kerja merekatak bisa bikin perut kenyangmengawang jauh dari

Aku Menuntut Perubahan Read More »

Edan

Edan Sudah dengan cerita mursilah?Edan…!!!! Dia dituduh maling karena mengumpulkan serpihan kainDia sambung-sambung jadi mukena untuk sembahyangPadahal mukena tak dibawa pulangPadahal mukena dia taroh di tempat kerjaEdan…!!! Sudah diperas dituduh maling pulaSudah dengan cerita santi?Edan…!!! Karena istirahat gaji dipotongEdan…!!! Karena main kartu lima kawannya langsung dipecat majikanPadahal tak pakai wangPadahal pas waktu luangEdan…!!!Kita mah bukan

Edan Read More »

Leuwigajah Masih Haus

Leuwigajah Masih Haus leuwigajah tak mau berhentidari pagi sampai pagibis-bis-mobil pengangkut tenaga murahbikin gemetar jalan-jalandan debu-debu tebal membumbung mesin-mesin tak mau berhentimembangunkan buruh tak berkamar-manditanpa jendela tanpa cahaya mataharijejer berjejer alas tikarlantai dinding dingin lembab pengap mulut lidah-lidah penghuni rumah kontrakterus bercerita buruklembur paksa sampai pagitubuh mengelupas-jari jempol putus – upah rendahmogok – pecatseperti nyabuti

Leuwigajah Masih Haus Read More »

Satu Mimpi Satu Barisan

di lembang ada kawan sofyanjualan bakso kini karena dipecat perusahaankarena mogok karena ingin perbaikankarena upah ya karena upah di ciroyom ada kawan sodiyahsi lakinya terbaring di amben kontrakanburuh pabrik tehterbaring pucet dihantam tipesya dihantam tipesjuga ada nenikawan bariyahbekas buruh pabrik kaos kakikini jadi buruh di perusahaan lagidia dipecat ya dia dipecatkesalahannya: karena menolakdiperlakukan sewenang-wenang di

Satu Mimpi Satu Barisan Read More »

bukan di mulut politikus, bukan di meja spsi

bukan di mulut politikus, bukan di meja spsi berlima dari solo, berkereta api kelas ekonomi murahtak dapat kursi melengkung tidur di kolongpas tepat di kepala kami bokong-bokongkiri-kanan telapak kaki, tas, sandal, sepatutak apa di pertemuan ketemu lagi kawandari krawang-bandung-jakarta-jogya-tangerangburuh pabrik plastik, tekstil, kertas dan macam-macamdatang dengan satu soal Dari jakarta pulang tengah malam dapat bis

bukan di mulut politikus, bukan di meja spsi Read More »