Tanpa Tahun

Dalam Kamar 6 x 7 Meter

mimpi-mimpi bagusku kubunuh dengan kenyataantinggal tubuh kurus kering dan cericit tikusketika kuterbaring tidur di tikar dan bantalyang banyak bangsatnya.tak seluruh mimpi-mimpi itu sirnatersisa juga yang sederhana:alangkah bahagianya aku andai sudah bisa beliminyak tanah dan menyalakan lampu teploklalu membaca buku sampai malam larut dan menulisalangkah bahagianya aku andai sudah bisa menggaji ibumembeli baju baru bagi adik-adik […]

Dalam Kamar 6 x 7 Meter Read More »

Sajak Suara

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu: pemberontakan! sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar

Sajak Suara Read More »

Apa Guna

  Apa Guna Apa guna punya ilmu tinggiKalau hanya untuk mengibuli Apa guna banyak baca bukuKalau mulut kau bungkam melulu Di mana-mana moncong senjataberdiri gagahkongkalikongDengan kaum cukong Di desa-desa rakyat dipaksaMenjual tanahTapi, tapi, tapi, tapiDengan harga murah Apa guna punya ilmu tinggiKalau hanya untuk mengibuli Apa guna banyak baca bukuKalau mulut kau bungkam melulu

Apa Guna Read More »

Tiga Sajak Pendek

ikembali kucarikeping pecahan wajahkuyang dulu tersusunwaktu menghancurkannyaketika aku mabuk bayangan arah ii.kembali ketemuwajahku yang tak pernah utuhbungkam ketika kutanya: mau ke mana? iii.kembali sepatuku jebol (dua puluh tahun hidup cumacerita saja) panas aspal jalanan musim burukdan matahari yang demammelelehkan hari-hari besar maupun biasaLebaran. Natal. 17 Agustus, ah apakah artinya?kini kembali. kembali aku tertegunmemandang lingkaranmu.

Tiga Sajak Pendek Read More »

Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan

pagi dingin udara masih mengandung embun bukit-bukit di kejauhan disaput arak-arakan halimun matahari terbit sempurna bulat merah setampah di langit batang-batang pohon besar dan cabang-cabangnya seperti ratusan penari yang mengangkat tangannya tinggitinggi kususuri keheningan ini sendiri jilatan matahari segarnya udara pagi alangkah indah negri ini andai lepas dari masa ganas tirani ………………… Diperkirakan ditulis dalam

Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan Read More »

(Ujung Rambut Ujung Kuku)*

ujung rambut ujung kuku gendang telinga dan selaput bola mataku tidak mungkin lupakan kamu bilur di punggung nyeri di tulang berhari-hari darah di helai rambut ujung kuku gendang telinga dan selaput bola mataku telah mengotori namamu nyeri di tulang berhari-hari bilur di punggung karena sabetan telah mencoreng namamu kau tak kan bisa mencuci namamu sekalipun

(Ujung Rambut Ujung Kuku)* Read More »

(Apa Penguasa Kira)*

apa penguasa kira rakyat hidup di hari ini saja apa penguasa kira ingatan bisa dikubur dan dibendung dengan moncong tank apa penguasa kira selamanya ia berkuasa tidak! tuntutan kita akan lebih panjang umur ketimbang usia penguasa derita rakyat selalu lebih tua walau penguasa baru naik mengganti penguasa lama umur derita rakyat panjangnya sepanjang umur peradaban

(Apa Penguasa Kira)* Read More »

(Ketika Datang Malam)*

ketika datang malam aku menjadi gelap ketika pagi datang aku menjadi terang aku rakyatmu hidup di delapan penjuru kau tak bisa menangkapku karena kau tak mengenalku kau tak bisa mendengarkan aku karena kau terus berbicara berbicara dan berbicara dengan mulut senapan pembantaian- pembantaian dan pembantaian mayat-mayat bergelimpangan mayat-mayat disembunyikan kau tak bisa menguburkan aku kau

(Ketika Datang Malam)* Read More »